Tantrum Pada Anak

Anak Tantrum

Livesmart Workshop
Source: livesmartid.com

TANTRUM PADA ANAK

Terkadang, sebagai orangtua atau pengasuh, menghadapi anak yang sedang marah atau melakukan tantrum bisa menjadi momen yang menantang. Tantrum atau meluapnya emosi pada anak merupakan bagian dari perkembangan alami mereka. Meskipun demikian, hal ini tetap dapat menjadi tantangan bagi orang dewasa yang berada di sekitarnya. Mari kita bahas lebih lanjut tentang perilaku ini yang banyak terjadi pada anak-anak.

APA ITU TANTRUM?

Tantrum adalah reaksi emosional yang kuat dan intens dari seorang anak, biasanya ditandai dengan menangis, berteriak, atau bahkan merengek. Anak mungkin juga menunjukkan perilaku yang sulit dikendalikan seperti menggulingkan diri di lantai, memukul, atau melempar benda-benda kecil. Ini umumnya terjadi pada anak usia 1-3 tahun, tetapi bisa juga terjadi pada usia yang lebih tua.

mENGAPA ANAK BISA BERPERILAKU TANTRUM?

Terdapat berbagai alasan mengapa anak melakukan perilaku ini, antara lain:

  1. Kesulitan berkomunikasi: Anak mungkin belum bisa mengekspresikan perasaannya dengan kata-kata secara efektif, sehingga tantrum menjadi cara bagi mereka untuk menyampaikan kekecewaan atau frustrasi.
  2. Pembatasan atau keinginan tidak terpenuhi: Anak ingin sesuatu yang tidak mereka dapatkan atau mereka tidak bisa melakukan sesuatu yang mereka inginkan, yang bisa memicu perilaku ini.
  3. Kelelahan atau lapar: Kondisi fisik yang buruk, seperti kelelahan atau lapar, juga dapat menjadi pemicu perilaku ini pada anak.

     

CARA MENGATASI TANTRUM PADA ANAK

Menangani tantrum pada anak bisa menjadi tugas yang menantang, tetapi beberapa langkah dapat membantu dalam situasi ini:

  1. Tetap Tenang: Pertahankan ketenangan Anda saat menghadapi tantrum anak. Ini membantu mengurangi situasi yang mungkin semakin memburuk.
  2. Berikan Dukungan dan Empati: Berikan perhatian dan tunjukkan empati pada anak Anda. Cobalah untuk memahami apa yang membuat mereka frustasi.
  3. Tetap Konsisten: Tetapkan aturan yang jelas dan konsisten. Ini membantu anak memahami batasan-batasan yang ada.
  4. Berikan Alternatif Pilihan: Berikan alternatif atau pilihan yang dapat diterima anak sebagai pengganti apa yang mereka inginkan.
  5. Jauhkan dari Bahaya: Pastikan lingkungan sekitar aman. Jika anak mulai melempar barang, pastikan untuk menjauhkannya dari benda-benda yang dapat membahayakan.
  6. Berikan Ruang untuk Menenangkan Diri: Beri anak ruang untuk meredakan emosi mereka sendiri. Bisa dengan memberi waktu untuk menenangkan diri di tempat yang aman dan tenang.

KESIMPULAN

Tantrum adalah bagian normal dari perkembangan anak. Meskipun terkadang menantang, cara terbaik untuk menangani hal ini adalah dengan tetap tenang, memberikan dukungan, dan memastikan keselamatan anak. Penting untuk diingat bahwa setiap anak adalah individu yang unik, sehingga pendekatan yang efektif untuk menangani tantrum mungkin berbeda untuk setiap anak. Dengan kesabaran dan pemahaman, orangtua dan pengasuh dapat membantu anak mengelola emosinya dengan lebih baik.

Temukan Workshop mengenai Personality Development & Lifeskill untuk Anak Anda di:

Our Workshop

Stay tuned for more from our social medias:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *